Amdal

Ekspoitasi Laut Harus Dengan Cara Yang Benar

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau menyelenggarakan sidang KA (Kerangka Acuan) pada Kegiatan Penambangan Mineral Batuan Pasir Laut di Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (6-7-2017). Kegiatan ini di Pemrakarsai oleh PT. Atma Bersatu Sukses.
Sidang ini dipimpin langsung oleh Ir. Yerri Suparna selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau yang sekaligus Ketua Tim Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau dengan seluruh anggota Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau.
Kabupaten Karimun atau yang lebih dikenal dengan Tanjung Balai Karimun merupakan salah satu daerah yang sangat banyak menyimpan potensi alamnya, selain timah, batuan pasir laut juga sangat banyak terlebar di sekitar perairan kabupaten karimun.
Sebelum membuat dokumen KA (Kerangka Acuan), PT. Atma Bersatu Sukses telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dimana kegiatan ini akan dilakukan, dialog interaksi kepada masyarakat sangat diperlukan untuk mengetahui sejauh mana pandangan dan tanggapan masyarakat terhadap kegiatan ini, dan hasilnya masyarakat menginginkan kegiatan ini nantinya dapat terlaksana dengan sepenuhnya.
Kegiatan Penambangan Mineral Batuan Pasir Laut yang dilakukan oleh PT. Atma Bersatu Sukses nantinya akan membutuhkan begitu banyak pekerja, sehingga membuka lapangan pekerjaan baru baik untuk sekitar Kecamatan Meral Barat atau wilayah sekitarnya dan khususnya Kabupaten Karimun dan umumnya Provinsi Kepulauan Riau. Tentunya pekerja yang dibutuhkan adalah pekerja yang memiliki kemampuan (skill), pendidikan dan keahlian.
“kegiatan ini harus dilakukan dengan baik dan benar (kelengkapan dokumen dan pelaksanaan) sesuai dengan ketentuan yang berlaku, begitu juga dengan penggunaan alat-alat (kapal dan lain sebagainya) jangan seenaknya anda, kerusakan sudah pasti tetapi kepedulian kita harus lebih pasti baik kepada lingkungan maupun kepada masyarakat, mohon diprioritaskan bagi masyarakat yang berdomisili disekitar lokasi kegiatan (tentunya sesuai dengan kemampuan), lakukan pendekatan kepada masyarakat, bicarakan dari hati kehati terkait kegiatan yang akan dilakukan, sosialisasikan kepada masyarakat sebelum melakukan eksploitasi dan melaksanakan kegiatan” ujar Ir. Yerri Suparna di saat memimpin sidang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *