Hari Lingkungan Hidup Pengelolaan Sampah Pengendalian Pencemaran

Penanganan dan pengurangan sampah hingga 30% pada tahun 2025

Permasalahan sampah merupakan permasalahan yang dialami oleh semua negara termasuk Indonesia. Hasil pertemuan antar negara bersepakat bahwa tahun 2025 harus bersih dari sampah. Oleh karenanya Indonesia komitmen untuk menanganai sampah sehingga dibuatlah kebijakan dan strategi Nasional untuk pengelolaan sampah yang kita kenal dengan istilah Jastranas.

Dengan adanya jastranas ini maka setiap daerah diharapkan membuat kebijakan untuk menangani masalah persampahan di daerah.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, melalui Kepala Seksi Persampahan menyampaikan bahwa, sejak tahun 2018 Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau telah memiliki peraturan gubernur mengenai persampahan yaitu peraturan gubernur nomor 7 tahun 2018 tentang kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga.

Dengan hadirnya pergub ini maka permasalahan sampah di provinsi Kepulauan Riau diharapkan setiap tahunnya akan mengalami penurunan/pengurangan sekitar 30%.

Sejauh ini permasalahn sampah menjadi permasalahan yang hanya dipandang sebelah mata, artinya seakan-akan yang bertanggungjawab terhadap permasalahan sampah hanya pemerintah. Oleh karenanya hadirnya pergub ini merupakan solusi dalam rangka mengatasi permasalahan sampah yang ada khususnya sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga di Provinsi Kepulauan Riau.

Lebih lanjut kasi persampahan Ibu Rupi mengharapkan kesadaran masyarakat untuk hidup bersih, dan jika berbelanja di pasar atau di swalayan misalnya agar tidak menggunakan kantong plastik apalagi jika barang yang dibeli kecil, kan tidak perlu pakai kantong plastik imbuhnya.

Memang permasalahan sampah tidak mudah untuk diatasi, dan perlu kerja keras, beliau mencontohkan negara jepang dalam pengelolan sampah butuh waktu yang cukup lama yaitu 30 tahun selain itu kebijakan di negara ini sangat ketat sekali mengenai sampah.

Kasi persampahan sangat optimis dengan adanya pergub No.71 tentang kebijakan dan strategi daerah pengelolaan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga, akan mampu mengurangi jumlah sampah.

Berdasarkan Potensi Simbulan sampah
1. Pengurungan di sumber (bank sampah dan masyarakat)
Persentase pengurangan sampah dari sumber :
a. Pembatasan timbulan sampah
b. Jumlah sampah termanfaatkan disumber sampah
c. Jumlah sampah didaur ulang di sumber

Target Persentase Sampah yang terkelola :

  • Tahun 2017 sebesar 54%
  • Tahun 2018 sebesar 60%
  • Tahun 2019 sebesar 76%
  • Tahun 2020 sebesar 68%
  • Tahun 2021 sebesar 77%
  • Tahun 2022 sebesar 71%
  • Tahun 2023 sebesar 79%
  • Tahun 2024 sebesar 72%
  • Tahun 2025 sebesar 72%

Target Persentase sampah yang tidak terkelola :

  • Tahun 2017 sebesar 46%
  • Tahun 2018 sebesar 40%
  • Tahun 2019 sebesar 24%
  • Tahun 2020 sebesar 32%
  • Tahun 2021 sebesar 23%
  • Tahun 2022 sebesar 39%
  • Tahun 2023 sebesar 21%
  • Tahun 2024 sebesar 28%
  • Tahun 2025 sebesar 28%

Sebagai indikator capaian penanganan sampah adalah besaran peningkatan jumlah sampah yang terpilah di sumber sampah dan juga besaran penurunan jumlah sampah yang diangkut ke tempat pemrosesan akhir.

Sedangkan indikator capaian pengurangan sampah adalah besaran penurunan jumlah timbulan sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga per kapita dan besaran peningkatan jumlah sampah rumah tangga yang terdaur ulang.

Download Jastrada Provinsi Kepri, Silahkan Klik Link : >>>Download

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *