Amdal

Rapat Pembahasan Dokumen : Addendum Andal, RKL dan RPL Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Sarana Pendukungnya

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Rapat pembahasan dokumen Addendum Andal, RKL dan RPL Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Sarana Pendukungnya seluas 50 Ha (23 januari 2019) di Ruang Utama Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat pembahasan dokumen Addendum Andal, RKL dan RPL Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Sarana Pendukungnya seluas 50 Ha, dihadiri Anggota Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau dan Pemrakarsa Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Saran Pendukungnya seluas 50 Ha (PT. Cipta Rezeki Kita Bersama).

PT. Cipta rezeki Kita Bersama merupakan perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang berkedudukan di Kota Batam dan bergerak di sektor real estate yang dimiliki sendiri atau diual.

PT. Cipta Rezeki Kita Bersama merupakan pemrakarsa Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Sarana Pendukungnya seluas 50 Ha. Lokasi kegiatan Wilayah Perairan Teluk Tering, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau Ir.Yerry Suparna, MM selaku ketua komisi Amdal membuka rapat pembahasan dokumen Addendum Andal, RKL dan RPL Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Sarana Pendukungnya seluas 50 Ha.

Dalam rapat pembahasan dokumen Addendum Andal, RKL dan RPL Rencana Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perumahan dan Sarana Pendukungnya seluas 50 Ha, beberapa anggota komisi Amdal menanyakan apakah perwakilan dari masyarakat juga hadir dalam konsultasi publik? Lantas mengapa dilakukan addendum? Apa yang berubah?

Pertanyaan ini langsung di jawab oleh pihak pemrakarsa, bahwa dilakukan addendum dokumen karena ada 2 (dua) hal yaitu perubahan tahapan Reklamasi dan Perubahan Master Plan. Lebih lanjut pemrakarsa menyampaikan bahwa dulu huniannya horizontal dan sekarang menjadi vertikal, selain itu sebelumnya tidak ada perkantoran, hotel dan apartemen, namun sekarang dengan adanya addendum ini akan ada perubahan yaitu adanya hotel, apartemen dan perkantoran.

Anggota tim komisi Amdal mengingatkan akibat adanya perubahan tersebut maka pihak pemrakarsa harus melihat dampak penting hipotetik yang akan dihasilkan dari adanya pembangunan hotel, apartemen dan juga perkantoran.

Setelah semua kritik, saran dan tanggapan diberikan oleh anggota tim komisi amdal, maka pihak pemrakarsa harus melakukan perubahan dokumen addendum tersebut sesuai dengan saran dan masukan yang telah diberikan oleh tim komisi amdal.

Di sesi akhir rapat/sidang pimpinan sidang mengingatkan kembali kepada pemrakarsa, fokus pada perubahan apa yang akan dilakukan pada dokumen addendum Andal, RKL dan RPL ini sehingga pemetaan terhadap dampak penting lebih tepat, terutama mana wilayah yang berpotensi dampak? Ujar ketua tim komisi amdal sebelum menutup rapat/sidang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *