Amdal

Rapat Pembahasan Dokumen KA-Andal Kegiatan Fasilitas Pemurnian Smelter Grade Alumina di Pulau Singkep

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau mengadakan Rapat Pembahasan Dokumen KA-Andal Kegiatan Fasilitas Pemurnian Smelter Grade Alumina Kapasitas 1.000.000 Ton/Tahun di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau (13-11-2018) yang diajukan oleh PT. Telaga Bintan Jaya (TBJ).

PT. Telaga Bintan Jaya (TBJ) berkomitmen untuk mewujudkan rencana kegiatan pembangunan fasilitas pemurnian smelter grade alumina dengan kapasitas 1.000.000/tahun di pulau singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau. Hal ini dikarenakan besarnya konsumsi Smelter Grade Alumina atau metallurgical alumina di dunia yang meningkat setiap tahunnya dalam jumlah yang signifikan dan diprediksi pada tahun 2025 kebutuhan konsumsi mencapai 250 juta metrik ton per tahun dan membutuhkan pasokan dan sekaligus peluang ekonomi untuk kegiatan penambangan dan pemurnian, dengan peluang tersebut PT. Telaga Bintan Jaya (TBJ) membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian bauksit untuk menjadi Smelter Grade Alumina.

Tujuan pembangunan Fasilitas Pemurnian Smelter Grade Alumina Kapasitas 1.000.000 Ton/Tahun di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau diantaranya adalah meningkatkan nilai tambah terhadap logam dasar (alumina), mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan industri Smelter Grade Alumina, mengurangi ketergantungan logam alumina terhadap import dan membantu pemerintah dalam membuka isolasi daerah dan membuka lapangan kerja dan multiplier efek usaha bagi industri lainnya.

Selain itu manfaat Fasilitas Pemurnian Smelter Grade Alumina Kapasitas 1.000.000 Ton/Tahun di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau adalah pemenuhan kebutuhan logam alumina, peningkatan daya Tarik investor di kabupaten Lingga, peningkatan perekonomian daerah serta pelaksanaan keterlibatan dan partisipatisi masyarakat sekitar lokasi kegiatan dalam mengelola sumberdaya dan dengan peningkatan nilai ekonomi sumber daya tambang wilayah lingga melalui keterlibatan sebagai tenaga kerja.

Acara rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Utama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Dompak, Tanjungpinang dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau Bapak Ir. Yerri Suparna, MM dengan didampingi Kabid Pengelolaan Sampah, Amdal dan Limbah B3 Bapak Dr.Yuliman Gamal, MUM

Turut hadir dalam rapat pembahasan Dokumen KA-Andal Kegiatan Fasilitas Pemurnian Smelter Grade Alumina Kapasitas 1.000.000 Ton/Tahun di Pulau Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepulauan Riau diantaranya adalah perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau, Biro Hukum Provinsi Kepulauan Riau, Dinas PUPR, Dinas Sumber Daya Energi dan Mineral, PTSP Provinsi Kepulauan Riau, Distamben Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan dan Akademisi dari UMRAH, Akademisi dari STISIPOL, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bintan, Distamben Kabupaten Bintan dan HNSI Kab Bintan serta pemrakarsa PT. Telaga Bintan Jaya.

Ketua tim teknis/komisi penilai amdal menyampaikan bahwa pengelolaan Red Mud harus dijelaskan secara rinci di dokumen KA-Andal, dan setiap limbah yang dibuang ke perairan harus dibawah baku mutu lingkungan. Lebih lanjut ketua komisi penilai amdal mengingatkan bahwa izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) di bawah 5 Ha masih wewenang Provinsi. Kemudian ketua tim teknis/ komisi penilai amdal memberikan kesempatan kepada masing-masing peserta rapat untuk menyampaikan kritik, saran dan masukan terhadap dokumen KA-Andal yang diajukan pemrakarsa.

Anggota tim teknis/ komisi penilai Amdal perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikana Provinsi Kepulauan Riau Sugeng menyampaikan agar pemrakarsa memperhatikan nelayan sekitar dan jangan sampai timbul permasalahan dengan nelayan dikemudian hari. Selain itu harus dilakukan telaah terhadap kesesuaian zonasi wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil ke Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kepulauan Riau.
Sementara itu wakil dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga Joko juga manyampaikan bahwa lokasi kegiatan harus sesuai dengan peta lokasi, serta libatkan masyarakat khususnya masyarakat Desa Marok Tua melalui sosialisasi atau konsultasi publik.

Winny Retna Melani selaku anggota tim teknis/komisi penilai Amdal selaku tenaga ahli bidang lingkungan juga menyampaikan bahwa agar di KA-ANDAL, dijelaskan secara detail masing-masing sarana yang dibangun seperti PLTU dan pemurnian smelter dengan masing-masing buangan/sisa, mengingat limbah buangan memberi dampak sangat penting bagi lingkungan.

Hampir seluruh anggota rapat pembahasan dokumen KA-Andal kegiatan fasilitas pemurnian Smelter Grade Alumina menyoroti 2 (dua) hal penting yaitu konsultasi publik dan juga lokasi kegiatan yang akan dilakuan.
Dengan dilakukannya konsultasi publik khususnya kepada masyarakat disekitar lokasi kegiatan fasilitas pemurnian smelter grade alumina, maka masyarakat tersebut dapat mengetahui dampak apa saja yang akan mereka peroleh jika kegiatan tersebut dilakukan, apakah dampak positif, ataukah justru dampak negative. Oleh karenanya pihak pemrakarsa harus juga memberikan informasi yang jelas posisi tapak proyek ini secara administrative berada dimana? Apakah di Desa Langkap dan Desa Tanjung Irat ataukah Desa Marok Tua?

Rapat pembahasan KA-Andal Kegiatan fasilitas pemurnian smelter grade alumina kapasitas 1.000.000/Tahun berjalan cukup alot anggata tim teknis/komisi penilai amdal menilai bahwa dokumen yang diajukan harus diperbaiki lagi sesuai dengan saran kritik dan masukan yang telah diberikan.

Ketua tim teknis/komisi penilai amdal Ir. Yerri Suparna, MM sebelum menutup acara rapat menegaskan kembali bahwa masukan yang telah diberikan anggota tim dapat menjadi dasar untuk memperbaiki dokumen KA-Andal yang diajukan, karena permasalahan dampak terhadap lingkungan, izin lokasi maupun dampak penting lainnya merupakan hal penting yang harus diperhatikan sebelum kegiatan tersebut diberikan izin dan berjalan nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *