Amdal

Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Kegiatan Pertambangan Batu Granite

Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Kegiatan Pertambangan Batu Granite PT. Wira Alam Dharmawangsa di Pulau Combol, Dusun Setungging Desa Selat Mie Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjung Balai Karimun (13 Maret 2019) di Ruang Utama Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Kegiatan Pertambangan Batu Granite PT. Wira Alam Dharmawangsa di Pulau Combol, Dusun Setungging Desa Selat Mie Kecamatan Moro, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, dihadiri ketua dan Anggota Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau dan Pemrakarsa Kegiatan Pertambangan Batu Granite (PT. Wira Alam Dharmawangsa).

PT. Wira Alam Dharmawangsa merupakan pemrakarsa rencana kegiatan Pertambangan Batu Granite. Lokasi kegiatan di Pulau Combol Dusun Setungging Desa Selat Mie Kecamatan Moro Kabupaten Tanjung Balai Karimun Provinsi Kepulauan Riau.
PT. Wira Alam Dharmawangsa merupakan salah stu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan umum. Perusahaan ini telah mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP) eksplorasi mineral batuan komoditas granit Nomor. 2193/KPTS.18/V/2018 yang dikeluarkan oleh Gubernur Kepulauan Riau.

Berdasarkan hasil kegiatan eksplorasi dan studi kelayakan, diketahui dari wilayah ekspolrasi seluas 173,45 ha, area yang terdapat batu granit sekitar 40% (69 ha) yang potensial ditambang pada elevasi antara 160 m dpl sampai kedalaman 0 m dpl. Dengan rencana kapasitas produksi 4.800.000 ton/tahun dan pengupasan lapisan tanah penutup total 6,474,673 m3/8 tahun atau rata-rata 809.334,13 m3/tahun, dengan rencana umur tambang yaitu sekitar 8 tahun 4 bulan.

Menurut ketentuan peraturan menteri lingkuungan hidup nomo 05 tahun 2012 tentang jenis rencana usaha dan/atau kegiatan yang wajib dilengkapi dengan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), oleh karenanya kegiatan pertambangan batu granit yang akan dilakukan PT. Wira Alam Dharmawangsa tersebut harus dilengkapi dengan kajian kelayakan lingkungan dalam bentuk Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau Ir.Yerry Suparna, MM selaku ketua komisi Amdal membuka rapat pembahasan dokumen KA-Andal KA-Andal Kegiatan Pertambangan Batu Granite.

Dalam rapat pembahasan dokumen KA-Andal Kegiatan Pertambangan Batu Granite beberapa anggota komisi Amdal mengharapkan kepada pemrakarsa sebelum izin pinjam pakai kawasan hutan diberikan tidak dibenarkan melakukan kegiatan apapun di dalam kawasan hutan.

Pembahasan dokumen KA-Andal cukup alot mengeningat dokumen ini merupakan dokumen penting, tim teknis komisi amdal menilai keterlibatan masyarakat merupakan langkah awal yang harus menjadi perhatian pemrakarsa, karena jika tidak bisa terjadi konflik nantinya. Oleh karenanya masyarakat harus dilibatkan sebagai pekerja lapangan.

Selain itu ada beberapa catatan penting yang harus perhatikan oleh pihak pemrakarsa. Pihak pemrakarsa harus berkoordinasi dengan Dishub Kepri apakah pelabuhan yang digunakan termasuk Tersus atau TUKS dan menyesuaikan dengan tata ruang, serta juga dengan Distrik Navigasi untuk pemasangan rambu-rambu pengamanan di laut.

Banyak sekali masukan yang diberikan oleh tim teknis komisi amdal, mulai dari konsultasi publik, keterlibatan masyarakat, sosialisasi kepada masayarakat, rona awal mangrove yang belum tergambarkan seperti berapa kerapatan dan jenisnya dan juga peta saat evaluasi dampak, DPH getaran yang belum dibalas, serta peta wilayah ekologis, lokasi titik sampling air permukaan dan air tanah belum tergambar dengan jelas.

Atas berbagai saran, masukan dan tanggapan, pemrakarsa menyatakan akan menanggapi semua masukan yang disampaikan oleh peserta rapat/ tim teknis komisi amdal.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri selaku ketua tim komisi amdal sebelum menutup sidang pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Kegiatan Pertambangan Batu Granite , menyampaikan bahwa dokumen dapat diterima dengan syarat agar pihak pemrakarsa memperbaiki sesuai dengan saran dan masukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *