Amdal

Rapat Pembahasan Dokumen KA Andal Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri oleh PT. Pasifik Karyasindo Perkasa

Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Kegiatan Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan) PT. Pasifik Karyasindo Perkasa di komplek Industri Kabil, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota batam Provinsi Kepulauan Riau (24 Juni 2019) di Ruang Utama Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau.

Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Kegiatan Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan) PT. Pasifik Karyasindo Perkasa di Komplek Industri Kabil, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau , dihadiri ketua dan Anggota Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau dan Pemrakarsa Kegiatan Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan) (PT. Pasifik Karyasindo Perkasa).

PT. Pasifik Karyasindo Perkasa merupakan pemrakarsa rencana Kegiatan Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan). Lokasi kegiatan di komplek Industri Kabil, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota batam Provinsi Kepulauan Riau.

Pembahasan dokumen KA Andal lebih mengedepankan Dampak Penting Hipotetik (DPH) oleh karenanya pihak pemrakarsa dalam pemaparan KA Andal harus menjelaskan beberapa dampak penting, dalam paparan pihak pemrakarsa menyampaikan bahwa diantara dampak penting adalah diantaranya pendapatan nelayan dan menurunnya kualitas air laut.

Kepala Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Kajian dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau Bapak Dr. Yuliman Gamal, selaku ketua komisi Amdal membuka rapat pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan).

Dalam rapat pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan) ketua komisi memberikan kesempatan kepada anggota komisi untuk menanggapi dokumen KA Andal yang di ajukan oleh pihak pemrakarsa, beberapa anggota komisi Amdal berpendapat bahwa lokasi kegiatan sesuai dengan pola ruang untuk kawasan indsutri begitu juga dengan anggota komisi dari Dinas Kelautan dan Perikanan Lamria menyampaikan bahwa lokasi sudah sesuai dengan RZWP3K.

Sedangkan mengenai dampak dari kegiatan ini anggota komisi amdal dari Universitas Maritim Raja Ali Hari melihat bahwa pihak pemrakarsa harus memahami betul bahwa dokumen KA Andal yang diajukan harus menjelaskan Dampak Penting Hipotetik apa saja yang ada. Industri Shipyard ini dampak pentingnya adalah potensi Limbah B3, kemudian sampah. Nah sampah yang dihasilkan tersebut dikemanakan? Serta batas wilayah studi juga menjadi pertanyaan penting.

Pembahasan dokumen KA-Andal cukup alot mengeningat dokumen ini merupakan dokumen penting, tim teknis komisi amdal menilai keterlibatan masyarakat merupakan langkah awal yang harus menjadi perhatian pemrakarsa, terutama masyarakat yang terkena dampak dari kegiatan ini.
Pihak pemrakarsa mengklaim bahwa masyarakat setempat mengharapkan bahwa dengan adanya kegiatan ini masyarakat meminta agar tenaga lokal ikut dilibatkan dan bila memungkinkan latihlah kami, kira-kira begitu harapan masyarakat kata pemrakarsa, masyarakat juga meminta agar dibangun Ruang Terbuka Hijau (RTH).

Atas berbagai saran, masukan dan tanggapan, pemrakarsa menyatakan akan menanggapi semua masukan yang disampaikan oleh peserta rapat/ tim teknis komisi amdal, dan akan memperbaiki dokumen tersebut secepatnya.

Kabid Persampahan, LB3 dan Kajian Dampak Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepri selaku Sekretaris sidang Amdal sebelum menutup sidang pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Kegiatan Rencana Penataan Lahan dan Pembangunan Kawasan Industri (Industri Galangan Kapal/Shipyard, Aspal Mixing Plant dan Batching Plant serta Pergudangan), menyampaikan bahwa dokumen dapat diterima dengan syarat agar pihak pemrakarsa memperbaiki sesuai dengan saran dan masukan yang telah diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *