Amdal Izin Lingkungan Pemantauan Air Bersih Pemantauan Air laut

Rencana Kegiatan Pertambangan Pasir Darat di Desa Tanjung Irat Kec. Singkep Barat Kab. Lingga Prov Kepri

Dinas Lingkungan Hidup dan kehutanan Provinsi Kepulauan Riau. Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Kegiatan Pertambangan Pasir Darat di Desa Tanjung Irat Kec. Singkep Barat Kab. Lingga Prov Kepri. (2 Juli 2019) di Ruang Utama Rapat Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau.
Rapat Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Kegiatan Rencana Kegiatan Pertambangan Pasir Darat, dihadiri ketua dan Anggota Komisi Amdal Provinsi Kepulauan Riau dan Pemrakarsa Kegiatan Reklamasi dan Pembangunan Kawasan Perdagangan, Jasa dan Perumahan (PT. Growa Indonesia)

PT. Growa Indonesia yang beralamat Jl. Kapling B No.1 RT.004 RW.001 Kel.kapling Kec. Tebing Kab. Karimun-Kepri merupakan pemrakarsa Rencana Kegiatan Rencana Kegiatan Pertambangan Pasir Darat. Lokasi kegiatan di Desa Tanjung Irat Kec. Singkep Barat Kab. Lingga Prov Kepri.

Pihak pemrakarsa dalam presentasi/ pemaparannya menyampaikan mohon saran, masukan untuk Kerangka Acuan serta bimbingan yang diperlukan kepada anggota tim teknis amdal.

Sebagaimana kita ketahui bahwa yang diajukan oleh pihak pemrakarsa adalah dokumen Kerangka Acuan Andal. Dokumen KA-Andal ini merupakan dokumen Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL) yang merupakan sebagai dasar untuk penyusunan dokumen selanjutnya, yaitu dokumen Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL), rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan (RPL).

Kabid Bidang Persampahan, Limbah B3 dan Andal Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau Dr. Yuliman Gamal, MUM selaku ketua komisi Amdal membuka Rapat pembahasan dokumen KA-Andal Rencana Kegiatan Pertambangan Pasir Darat. Selanjutnya ketua tim memberikan kesempatan kepada anggota tim teknis/komisi untuk memberikan tanggapan, saran dan kritik terhadap dokumen KA-Andal yang diajukan oleh pihak pemrakarsa.

Anggota komisi amdal menilai ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan yaitu, konsultasi publik sebaiknya dilakukan di lokasi, hal ini penting agar masyarakat setempat tau bahwa akan ada kegiatan proyek ditempat tersebut. pihak pemrakarsa dalam paparan awalnya sudah menyampaikan bahwa sudah dilakukan konsultasi publik dengan masyarakat setempat, namun proses dilakukannya di Tanjungpinang. Hal ini menurut bebrapa anggota komisi amdal meminta kepada pihak pemrakarsa agar melakukan konsultasi publik ulang dan pihak Kabupaten dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lingga juga diberitahu atau tembusan mengenai kegiatan ini.

Selain itu permasalahan lain yang menjadi sorotan anggota komisi amdal adalah posisi Jetty dan izin, baik itu izin pemanfaatan garis pantai maupun ruang laut. Jika sudah dapat izin baru boleh ada tongkang kata anggota komisi amdal dari dishub.

Menanggapi masukan dan saran serta pendapat anggota komisi amdal, pihak pemrakarsa dan konsultan menyampaikan bahwa kami akan melengkapi dokumen yang kurang sebagaimana yang telah disampaikan oleh anggota komisi amdal, terutama update data yang terbaru.

Pimpinan sidang rapat amdal Dr. Yuliman Gamal, MUM sebelum menutup rapat mengingatkan kembali kepada pemrakarsa dan juga konsultan bahwa perizinan harus dilengkapi termasuk perizinan untuk penggunaan air permukaan serta harus dilakukan konsultasi publik kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *